life..way of life… through a messages…

independence day of indonesia, august 17 2008 .

This all messages was i got from someone i know before, and i ever had a feelings for her… until… i decided to go away. well, i think it’s kinda interesting to see what she said to me…

—–cut—–
she = ” loh kenapa gak pulang aja ke rumah? wiken sekarang kan panjang, senin dapet cuti jg kan? tapi emang harusnya pesen tiket PP jauh jauh hari sebelum kehabisan ”

me = ” males pulang, ngapain jg pulang pulang mulu kaya apa aja , aku udah punya rencana pulang pas nanti mau hari raya , lagian kalo pulang pulang mulu kapan aku bisa nabung? ”

she = “Oo, inget nabung jg? qrain orang yang bilang gak suka digaji tanpa bekerja & lebih baik gaji dikit tapi bener bener kerja gak kepikiran nabung… soalnya cuman mikirin kerjanya doang ”

me = “iki ceritane ngenyek opo piye? karep mu iku opo”

she = “Engga tuh… aneh aja sih.. dimana mana orang pengen kerja santai tapi penghasilan berlimpah, kamu malah sebaliknya, jadi aku heran kalau tujuanmu jg ngumpulin duit alias nabung”

me = “terus anggepanmu aku iki opo? to the point wae rasah mbulet ”

she = “Nothing … kok sewot sih? td aku dah bilang aneh! orang lain itu suka kerja santai tapi gaji gedhe , wajar kalo prioritasnya ngumpulin duit, kamu visi sebaliknya tapi misi kok sama ”

me = “Mungkin kamu perlu membuka hatimu, pandanganmu ke orang lain, kalau tiap orang punya cara berbeda untuk hidup. Dan perbedaan itu pun bukanlah penyakit dan manusiawi. Kita memang berbeda, mulai dari sifat, jenis kelamin, tingkat pendidikan, etc. Tentu saja mungkin aku memang orang yang seperti kamu deskripsikan dan bukan seperti orang kebanyakan. Dan kebetulan kamu memilih hidup seperti orang kebanyakan , ikuti mainstream yang ada selayaknya apa yang kamu suka dan lihat, misal sekolah tinggi, kaya, dan nikah, punya rumah, mobil mewah, etc . Well it’s your life, not mine and i have no right to judge you with whatever you think it’s good for you. ”

me = “Kebetulan aku bukan orang seperti itu, dan bahkan dari tiap apa yang kamu lihat aku selalu pandang apa itu sisi baik dan buruknya, misal sekolah tinggi, efek baik buruknya apa, kaya, efek baik dan buruknya apa, nikah, efek baik buruknya apa, aku coba telaah dalem dalem kira kira apakah aku benar benar memahami apa yang ada dalam tiap tiap konteks tersebut. terus terang belum pasti aku bisa pahamin itu semua, tanpa ada nya orang lain. itulah gunanya pasangan, bisa saling memahami, dan saling berbagi baik pengalaman atau apa. Mungkin kamu pun perlu pikir itu dalam dalam, sehingga kamu nggak cuman “bilang ini itu”

me = “thx dah mau repot2 buatin assessment untuk visi misi hidupku… but i’m completely fine & happy with what i’m doing, jadi mungkin kamu bisa pake energinya untuk evaluasi hidupmu sendiri… how’s life going, btw?”

she = “Yee, kok malah nasehatin aku? kamu nuduh aku gak mbuka hati? jangan sok tau ah… emang bener cara orang beda beda, ada yang praktis tapi ada yang muter, ada yang gampang ada yang cari susah”

she = “Sama kayak bunuh nyamuk, ada yang dicablek pake tangan, ada yang pake obat nyambuk, pake bom pun bisa. tp apa efisien? gak salah dong yang punya cara lebih baik ngasih tau yang gak bisa? ”

she = “Semua orang beda udah pasti, gak pernah ada yang sama karena dasarnya manusia itu makhluk individu, sjk sd dah tau! masalahnya disini cuma ada orang yang open minded ma yang engga, itu aja ”

she = “Aku milih karena merasakan, kalo orang gak ada keinginan pada hal hal yang praktis gak mungkin ada peradaban, semua tetep seperti masa purba yang berburu dan meramu, gak ada kompor gas, etc”

she = “Sekolah tinggi, aku rasa penting bagiku. prioritas untuk mandiri adalah punya uang, untuk punya uang adalah bekeerja, jaman ortu sma masih dapat kerja enak, jaman kita beda”

she = “Aku bukan type materialis tapi berpikir logis, bukan semata mata kaya yang aku cari , yang penting aku tidak meng iba dan menyusahkan orang lain. menikahh adalah tujuan untuk berkembang biak ”

she = “sama seperti makhluk di seluruh muka bumi, mereka butuh berkembang biak untuk melestarikan hidupnya, cuman bedanya manusia pakai hati. aku sadar sebagai cewek usia mendapat keturunan terbatas ”

she = “Aku pengen kerja enak duit banyak, yang penting gak curang, gak mendzalimi orang lain, justru aku senang kalau berlebih karena bisa memberi pada yang lain. apa itu salah? ”

she = “Aku memilih cara pandang seperti kebanyakan orang bukan paksaan atau ajakan, tapi naluri dari yang aku rasakan, hidup cuman sekali ngapain dibikin susah, nikmati dan hargai hidup, itu aja”

she = “Ada kepsek nyambi jadi pemulung, banyak yang mencibir tapi gak ngasi solusi. tapi aku justru salut karena dia lakukan demi keluarga. gak malu yang penting halal, mampunya emang segitu ”

she = “kenapa waria kerjanya di jalan, dari ngamen sampe menjual diri? bukan salahnya, tapi karena gak ada peluang kerja di perusahaan buat waria, yang punya modal buka salon / menjahit”

—-cut—–

So, how can you describe ? this is a conversation between Diploma and Bachelor degree person.
i’m just some diploma’s person , and she is a bachelor degree person.

i have no problem live with this condition, yup you may judge me that my nick is insane, stress or arikstress you might say that it has negative thought to you… well i have my own strength opinion , and it’s not that bad, i have my own historical moment with this nick, arikstress is always be arikstress, it means alot and i admit it, everyone including me is always ever be have a stress, which it could come anywhere, anytime, and everywhere no matter you are so rich so the contrary. People who live in this world will have this stress thing in their life. And personally my nick can describe me that i try to struggle with my own probs .. and i struggle with my pain, my life, to learn and reach and be a better person for someone knows me.

Leave a comment

Your comment